Oleh : Ahmad Ushfur
Wahai Allahku
Muhammad pernah bersyair atas nama-Mu
Kutemukan dalam Al-Baqarah yang berlantun:
Fa ainama tuwallu fatsamma wajhullah
Apakah itu nyata?
Wahai Allahku
Waktu itu, ketika aku terlahir
Aku sangatlah kecil, berlumuran darah
Menangis, menggeliat sangat lemah
Apakah Kau juga tak berdaya?
Wahai Allahku
Waktu itu, lapar dan haus pertama kali kurasakan
Aku dibopong oleh seorang wanita yang kusebut ibu
Lalu memejamkan mata, meremas dan menyusu
Apakah Kau juga bernafsu?
Wahai Allahku
Waktu itu, aku mulai menyembah
Merendahkan dahiku seraya mengagungkan kemahakuasaan
Aku mengeluh, merintih memohon penuh pengharapan
Apakah kau juga menghamba?
Wahai Allahku
Waktu itu, aku sudah beranjak dewasa
Mulai mencari nafkah, mendorong gerobak di seberang
jalan raya
Aku lelah, gelisah, dan berputus asa
Apakah Kau juga mengalaminya?
Wahai Allahku
Sekarang aku mengerti sedikit ilmu
Engkau adalah seutuhnya dzat yang maha segalanya
Menciptakan aku, juga semesta yang rentan musnah
Sebagai suatu wadah ketidakmampuan-Mu
Kelemahan-Mu, Kebirahian-Mu
Kehambaan-Mu, Kebodohan-Mu
Wahai Allahku
Apakah aku salah?
